<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<atom:link href="http://facelim.com/rss/id_1/" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<title>Blog Terbaru</title>
		<link>http://facelim.com/blog/</link>
		<description>Blog Terbaru</description>
		<item>
			<title>hal yang membuat pria jatuh cinta saat bertemu wanita</title>
			<link>http://facelim.com/blog/478/hal-yang-membuat-pria-jatuh-cinta-saat-bertemu-wanita/</link>
			<description>Ghiboo.com - Ketika mata Anda bertatapan dengan seseorang bisa mengirimkan arti yang besar. Mata memang mampu memberi sinyal terhadap perhatian dan mi...</description>
			<content:encoded><![CDATA[Ghiboo.com - Ketika mata Anda bertatapan dengan seseorang bisa mengirimkan arti yang besar. Mata memang mampu memberi sinyal terhadap perhatian dan minat seseorang terhadap Anda.<br /><br />Karena itu yuk, kita lihat apa saja yang menurut Times of India menjadi hal pertama yang dilihat pria dari seorang wanita dibawah ini:<br /><br />Rambut Anda<br /><br />Sebenarnya Anda tidak harus memiliki rambut panjang sehingga mudah dibelai pria. Tapi yang terpenting adalah Anda bisa merawat rambut Anda dengan baik sehingga meski pendek tetap sehat dan menarik dilihat pria.<br /><br />Senyuman tulus<br /><br />Senyuman yang tulus atau tidak akan terlihat dan ini berpengaruh terhadap minat seorang pria terhadap Anda. Karena pria akan lebih senang melihat senyuman tulus dari wanita dan itu membuatnya tertarik kepada Anda.<br /><br />Nada suara<br /><br />Studi menunjukkan bahwa pria lebih suka dengan nada suara yang sedikit lebih jelas dan tinggi dari seorang wanita, karena itu berkaitan dengan kesehatan reproduksi dari wanita.<br /><br />Besar pinggang<br /><br />Jika pinggang Anda lebih kecil dari pinggul, itu menunjukkan kesuburan, dan tentunya secara naluriah pria menyukai hal tersebut.<br /><br />Mata Anda<br /><br />Semua bagian yang disebutkan tadi, fokusnya tetap pada mata. Ketika mata Anda bertemu dan saling tatap, bisa memberikan arti begitu banyak.<br /><br />So, lebih cermat memperhatikan bagian diri Anda dan cara pria melihatnya!]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/478/hal-yang-membuat-pria-jatuh-cinta-saat-bertemu-wanita/</guid>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 05:47:21 +0000</pubDate>
			<dc:creator>arief munandar rusman</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>warkah dalam sebuah Istiqamah diri</title>
			<link>http://facelim.com/blog/477/warkah-dalam-sebuah-istiqamah-diri/</link>
			<description><![CDATA[<p>yakin dengan sebuah keistiqamahan diri</p><br /><p>bagaikan berperang terus melawan nafsu yg mendera jiwa</p><br /><p>tak tau kapan akan berakhir cambuk perang yg menyakiti h</>...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>yakin dengan sebuah keistiqamahan diri</p><br /><p>bagaikan berperang terus melawan nafsu yg mendera jiwa</p><br /><p>tak tau kapan akan berakhir cambuk perang yg menyakiti hati</p><br /><p>seolah tiada henti nestapa menyelimuti relung jiwa</p><br /><p>saat kehadiranmu memberi sejuta harap</p><br /><p>dan ketika tetap ku yakini tujuanku dalam keistiqamahaan</p><br /><p>sungguh luar biasa sakit</p><br /><p>seandainya tak kau ucap rasamu</p><br /><p>terlebih ku hanya insan biasa, insan hina</p><br /><p>yang tak mempunyai apah" yg pantas ku hadiahkan untukmu</p><br /><p>biarkanlah warkah yg tidak beralamat ini ku simpan sendiri</p><br /><p>biarkan kau menjadi sebuah rahasia hati antara aku dan Sang Pencipta saja</p><br /><p>karena ku ingin kau seutuhnya dalam sebuah ikatan yang halal.</p>]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/477/warkah-dalam-sebuah-istiqamah-diri/</guid>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 05:12:29 +0000</pubDate>
			<dc:creator>rislia angginie</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>Perkara haram yang di anggap biasa</title>
			<link>http://facelim.com/blog/476/perkara-haram-yang-di-anggap-biasa/</link>
			<description>Pada zaman sekarang, bersalaman tangan antara laki-laki dengan perempuan hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi hina itu meruntuhkan akhlak Islam yang ...</description>
			<content:encoded><![CDATA[Pada zaman sekarang, bersalaman tangan antara laki-laki dengan perempuan hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi hina itu meruntuhkan akhlak Islam yang mesti ditegakkan. Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu jauh lebih baik dan lebih tinggi nilainya daripada syariat Allah yang mengharamkannya. Sehingga jika ada seorang daripada mereka berbincang tentang hukum syariat, dengan dalil-dalil yang kuat dan jelas, tentu serta merta ia akan menuduh anda sebagai kolot, ketinggalan zaman, kaku, susah untuk didekati, ekstrim, hendak memutuskan silaturrahim, menggoyahkan niat baik dan sebagainya.<br /><br />Sehingga dalam masyarakat kita, berjabat tangan dengan sepupu, ipar, biras, isteri bapa saudara (mak saudara), suami ibu saudara (bapa saudara) lebih mudah daripada minum air.<br /><br />Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya persoalan tersebut menurut syara&#8217; tentu mereka tidak akan melakukan hal tersebut.<br /><br />Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud:<br /><br />&#8220;Sungguh ditusuknya kepada salah seorang dari kalian dengan jarum besi lebih baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.&#8221; (Hadis Riwayat At-Thabrani)<br /><br />Kemudian tidak diragukan lagi, hal ini termasuk zina tangan, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah S.A.W yang bermaksud:<br /><br />&#8220;Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina dan kemaluan pun berzina.&#8221; (Hadis riwayat Ahmad)<br /><br />Dan, adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Muhammad S.A.W ? Namun begitu, beliau mengatakan:<br /><br />&#8220;Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita&#8221; (Hadis riwayat Ahmad)<br /><br />Beliau juga bersabda:<br /><br />&#8220;Sesungguhnya aku tidak menyetuh tangan dengan wanita&#8221; (Hadis riwayat Ath Thabrani)<br /><br />Dan dari Aisyah R.A, dia berkata:<br /><br />&#8220;Dan demi Allah, sesungguhnya tangan Rasulullah S.A.W tidak pernah menyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi beliau membai&#8217;at mereka dengan perkataan.&#8221; (Hadis riwayat Muslim)<br /><br />Hendaknya takut kepada Allah, orang-orang yang mengancam cerai isterinya yang solehah kerana tidak mahu bersalaman tangan dengan lawan jenis meskipun memakai alas hukumnya tetap HARAM.<br /><br /><br /><br />Sumber: http://www.halaqah.net/]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/476/perkara-haram-yang-di-anggap-biasa/</guid>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 05:07:56 +0000</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[Ma&#039;ah pupu]]></dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>KEAGUNGAN BASMALAH</title>
			<link>http://facelim.com/blog/475/keagungan-basmalah/</link>
			<description><![CDATA[Dalam Hadits Rasulullah saw bersabda, &#8220;Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan &#8220;Bismillah&#8221; (menyebut nama Allah) maka (pekerjaan tersebu...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Dalam Hadits Rasulullah saw bersabda, &#8220;Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan &#8220;Bismillah&#8221; (menyebut nama Allah) maka (pekerjaan tersebut) akan terputus (dari keberkahan Allah)&#8221;.<br /> <br />Dalam keseharian kita tentunya selalu melakukan kegiatan dan aktivitas, tanpa kegiatan dan aktivitas kehidupan kita akan hampa, hambar dan tidak produktif. Kegiatan tersebut bisa dilakukan dimana saja, di rumah, di kantor, di jalan, di warung, di pasar, di sekolah dan ditempat-tempat lainnya. Dan &#8211;bagi orang beriman- kegiatan atau aktivitas adalah sarana menebar kebajikan, baik kata maupun perbuatan selalu memberikan kebaikan pada dirinya dan orang lain. Bukankah Rasulullah saw mengumpamakan jati diri seorang muslim seperti seekor lebah. Makanan yang dimakan adalah baik dan yang dikeluarkan pun baik, lebah hinggap atau tinggal tidak pernah merusak yang lainnya.<br /> <br />Namun kadangkala kebanyakan dari kita tidak sadar memulai segala aktivitas atau kegiatan tanpa mengucapkan membaca kalimat bismillah, padahal diterima atau tidak amal perbuatan seseorang bergantung pada kalimat tersebut.<br /> <br />Ketika bangun tidur sudahkah kita mengucapkan alhamdulillah dan memulai aktivitas hari itu dengan bismillah?<br /> <br />Ketika akan mandi, berpakaian, sarapan pagi sudahkah kita memulainya dengan bismillah?<br /> <br />Ketika akan berangkat ke kantor, keluar dari rumah, naik kendaraan sudahkah kita memulainya dengan bismillah?<br /> <br />Ketika di kantor, sudahkah ketika kita masuk ruangan kantor, menyalakan komputer, membuka berkas atau file, membuka rapat, menulis, membaca memulainya dengan bismillah?<br /> <br />Begitu banyak lagi aktivitas yang kita lakukan dalam keseharian kita, namun sudahkan kita memulainya dengan bismillah??<br /> <br />Kadang kita menganggap hal tersebut adalah sepele, padahal di sisi Allah merupakan kebaikan yang bernilai besar, diberkahi atau tidaknya perbuatan dan aktivitas seseorang tergantung pada saat memulainya.<br /> <br />Sebenarnya apa sih keistimewaan dari bismillah sehingga Allah dan Rasul-Nya mensyariatkan kepada kita untuk memulai segala aktivitas, perbuatan dan kegiatan dengan membaca bismillah?<br /> <br />Sebagian ulama salaf mengatakan bahwa &#8220;bismillah merupakan inti kandungan ajaran Islam&#8221; karena di situ ada unsur keyakinan terhadap Allah yang telah memberikan kekuatan sehingga seseorang dapat melakukan aktivitas yang diinginkan, pangakuan akan ketidakberdayaan seseorang di hadapan Allah Taala. &#8220;La haula wala quwwata illa billah (Tiada daya dan upaya kecuali atas izin Allah). Apalagi kalau bacaannya kita sempurnakan dengan kata bismillahirrahmanirrahim maka kita telah meyakini akan kebesaran Allah yang telah memberikan nikmat dan karunia, kasih sayang dan rahimnya kepada seluruh makhluk-Nya.<br /> <br />Jika kita runut secara bahasa, maka akan kita dapatkan keagungan kalimat bismillahirrahmanirrahim. kata Bismillah misalnya merupakan tiga rangkaian kata yang mengandung arti yang agung yaitu Ba (bi), Ism, dan Allah.<br /> <br />1. Huruf ba yang dibaca bi di sini mengandung dua arti:<br /> Pertama: huruf bi yang diterjemahkan dengan kata &#8220;dengan&#8221; menyimpan satu kata yang tidak terucapkan tetapi harus terlintas dalam benak ketika mengucapkan basmalah, yaitu memulai. Sehingga bismillah berarti &#8220;saya atau kami memulai dengan nama Allah&#8221;. Dengan demikian kalimat tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari pengucap. Atau dapat juga diartikan sebagai perintah dari Allah (walaupun kalimat tersebut tidak berbentuk perintah), &#8220;Mulailah dengan nama Allah!&#8221;.<br /> <br />Kedua: huruf bi yang diterjemahkan dengan kata &#8220;dengan&#8221; itu, dikaitkan dalam benak dengan kata &#8220;kekuasaan dan pertolongan&#8221;. Pengucap basmalah seakan-akan berkata, &#8220;dengan kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya, pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlaksana&#8221;. Pengucapnya seharusnya sadar bahwa tanpa kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya, apa yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil. Ia menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya tetapi pada saat yang sama &#8211;setelah menghayati arti basmalah ini &#8211; ia memiliki kekuatan dan rasa percaya diri karena ketika itu dia telah menyandarkan dirinya dan bermohon bantuan Allah Yang Maha Kuasa itu.<br /> <br />2. Kata Ism setelah huruf bi terambil dari kata as-sumuw yang berarti tinggi dan mulia atau dari kata as-simah yang berarti yang berarti tanda. Kata ini biasa diterjemahkan dengan nama. Nama disebut ism, karena ia seharusnya dijunjung tinggi atau karena ia menjadi tanda bagi sesuatu.<br /> <br />Syaikh Al-Maraghi dalam tafsirnya menjelaskan dengan penyebutan nama di sini berarti dirinya memulai pekerjaan dengan nama Allah dan atas perintahnya bukan atas dorongan hawa nafsu belaka.<br /> <br />Penyebutan nama Allah diharapkan pekerjaan itu menjadi kekal disisi Allah. Di sini bukannya Allah yang nama-Nya disebut itu yang kita harapkan menjadi kekal karena Dia justru Maha Kekal. Namun yang kita harapkan adalah agar pekerjaan yang kita lakukan itu serta ganjarannya menjadi kekal sampai hari kemudian. Banyak pekerjaan yang dilakukan seseorang tetapi tidak mempunyai bekas apa-apa terhadap dirinya atau masyarakatnya, apalagi berbekas dan ditemui ganjarannya di hari kemudian. Demikianlah Allah mentamsilkan perbuatan orang-orang yang kafir yang tidak dibarengi dengan keikhlasan kepada Allah, &#8220;Dan Kami hadapi hasil-hasil karya mereka (yang baik-baik itu), kemudian Kami jadikan ia (bagaikan) debu yang beterbangan (sia-sia belaka). (QS 25: 23)<br /> <br />3. kata Allah, berakar dari kata walaha yang berarti mengherankan atau menakjubkan. Jadi Tuhan dinamai Allah karena segala perbuatan-Nya menakjubkan dan mengherankan. Karena itu terdapat petunjuk yang menyatakan, &#8220;Berfikirlah tentang makhluk-makhluk Allah dan jangan berfikir tentang Dzat-Nya&#8221;.<br /> <br />Sementara itu sebagian ulama mengungkapkan bahwa kata Allah terambil dari kata aliha &#8211; ya&#8217;lahu yang berarti menuju dan bermohon. Tuhan dinamai Allah karena seluruh makhluk menuju serta bermohon kepada-Nya dalam memenuhi kebutuhan mereka, atau juga berarti menyembah dan mengabdi, sehingga lafazh Allah berarti &#8220;Zat yang berhak disembah dan kepada-Nya tertuju segala pengabdian&#8221;.<br /> <br />Syaikh Mutawalli Sya&#8217;rawi, seorang guru besar pada universitas Al-Azhar, ulama kontemporer dan pakar bahasa menyebutkan dalam tafsirnya tentang keistimewaan lafadz Allah ; &#8220;Lafadz Allah selalu ada dalam diri manusia, walaupun ia mengingkari wujud-Nya dengan ucapan atau perbuatannya. Kata ini selalu menunjuk kepada Dia yang diharapkan bantuan-Nya itu. Perhaitkanlah kata Allah. Bila huruf pertamanya dihapus, maka ia akan terbaca Lillah yang artinya &#8220;demi/karena Allah&#8221;. Bila satu huruf berikutnya dihapus, akan terbaca lahu, yang artinya untuk-Nya. Bila huruf berikutnya dihapus, maka ia akan tertulis huruf ha yang dapat dibaca hu (huwa) yang artinya Dia&#8221;.<br /> <br />Apabila anda berkata Allah maka akan terlintas atau seyogianya terlintas dalam benak Anda segala sifat kesempurnaan. Dia Mahakuat, mahabijaksana, Mahakaya, Maha Berkreasi, Mahaindah, Mahasuci dan sebagainya. Seseorang yang mempercayai Tuhan, pasti meyakini bahwa Tuhannya Mahasempurna dalam segala hal, serta Mahasuci dari segala kekurangan.<br /> <br />Sifat-sifat Tuhan yang diperkenalkan cukup banyak. Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa sifat (nama-nama) Tuhan berjumlah sembilan puluh sembilan nama (sifat).<br /> Demikian banyak sifat (nama) Tuhan, namun yang terpilih dalam basmalah hanya dua sifat, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang keduanya terambil dari akar kata yang sama. Agaknya sifat ini dipilih, karena sifat itulah yang paling dominan. Dalam hal ini Allah dalam Al-Quran menegaskan &#8220;Rahmat-Ku mencakup segala sesuatu&#8221;. (QS 7: 156). Sebuah hadits Qudsi menyebutkan bahwa rahmat Allah mengalahkan amarah-Nya.<br /> <br />Kedua kata tersebut, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, berakar dari kata Rahm yang juga telah masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, yang berarti peranakan atau kandungan. Apabila disebut kata Rahim, maka yang terlintas di dalam benak adalah ibu dan anak, dan ketika dapat terbayang betapa besar kasih sayang yang dicurahkan sang ibu kepada anaknya. Tetapi, jangan disimpulkan bahwa sifat Rahmat Tuhan sepadan dengan sifat rahmat ibu.<br /> <br />Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mendekatkan gambaran besarnya rahmat Tuhan: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, &#8220;Allah SWT menjadikan rahmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-Nya sembilan puluh sembilan dan diturunkan-Nya ke bumi itu satu bagian. Satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk. (begitu ratanya sampai-sampai satu bagian yang dibagikan itu diperoleh pula oleh) seekor binatang yang mengangkat kakinya karena dorongan kasih saying, khawatir jangan sampai menginjak anaknya&#8221;. (HR. Muslim)<br /> <br />Dalam ungkapan lainnya disebutkan bahwa kata Rahman adalah merupakan sifat kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk-Nya yang diberikan di dunia, baik manusia beriman atau kafir, binatang dan tumbuh-tumbuhan serta makhluk lainnya. Bukankah kita &#8211;dengan kasih sayang-Nya- telah diberikan kehidupan, diberikan kemudahan menghirup udara, kemudahan berjalan, berlari dan melakukan segala aktivitasnya, walaupun sangat sedikit dari kita mau merenungkan apalagi mensyukuri segala nikmat tersebut? Allah senantiasa memberikan kasih sayang-Nya kepada manusia sekalipun mereka ingkar kepada-Nya.<br /> <br />Sementara itu kara Rahim diberikan secara khusus oleh Allah kelak nanti dialam akhirat yaitu hanya bagi mereka yang beriman dan mensyukuri segala kenikmatan yang telah dianugrahkan kepada mereka. Kasih sayang-Nya secara khusus diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang mengabdikan dirinya kepada Allah dan yakin bahwa semua kenikmatan adalah bersumber dari Allah. Bahkan yakin bahwa segala amal ibadahnya, perbuatan baiknya tidak akan menjamin akan dirinya masuk ke surga-Nya kecuali karena Rahmat-Nya.<br /> <br />Suatu kali Rasulullah saw berpesan kepada para sahabatnya, &#8220;Bersegeralah kalian berbuat baik dan perkuatlah hubungan kepada Allah. Dan ketahuilah bahwa amal kalian tidak menjamin kalian masuk surga. Sambil terheran para sahabat bertanya, &#8220;Termasuk Engkau wahai Rasulullah&#8221;? Rasulullah saw menjawab, &#8220;Betul, termasuk saya..kecuali jika Allah menganugrahkan rahmat-Nya dan karunia-Nya kepadaku&#8221;. Wallahu a&#8217;lam.<br /> <br />Oleh: Syarifuddin Mustafa, MA]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/475/keagungan-basmalah/</guid>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 04:09:15 +0000</pubDate>
			<dc:creator>Fitria Nur Cahyani</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>Ingatlah Kematian Niscaya Hatimu Akan Menjadi Lembut</title>
			<link>http://facelim.com/blog/474/ingatlah-kematian-niscaya-hatimu-akan-menjadi-lembut/</link>
			<description>Saudaraku yang semoga senantiasa dalam rahmat ALLAH,Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah sebuah perjalanan panjang menuju negeri keabadian. Semoga ...</description>
			<content:encoded><![CDATA[Saudaraku yang semoga senantiasa dalam rahmat ALLAH,Sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah sebuah perjalanan panjang menuju negeri keabadian. Semoga kita digolongkan ke dalam orang-orang yang sadar dan mengerti harus bagaimana menjalani hidup ini agar terhindar dari kehidupan yang sia-sia dan tanpa makna.<br /><br />Perjalanan ke sebuah negeri yang tiada akhirnya. Ingatlah wahai saudaraku perbekalan yang terbaik adalah ketakwaan kita (watazawwadu fainna khoirozzaadittaqwa) QS. 2:198. Yakni dengan amal shaleh yang ikhlas dan mutaaba&#039;ah (sesuai sunnah Rasulullah SAW) yang menyertaimu ketika meninggalkan dunia ini untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta&#039;ala dalam kematian yang pasti.<br /><br />"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.." (QS. Al-Imran :185)<br /><br />Memang wahai saudaraku. Perjalanan ini adalah menuju akhirat. Suatu perjalanan yang kita mohon kepada Alloh Subhanahu wa Ta&#039;ala agar berakhir pada kenikmatan surga. Bukan neraka. Karena keagungan perjalanan menuju hari akhir inilah Rasulullah SAW bersabda:<br />"Seandainya kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (Mutaffaqun &#039;alaih)<br /><br />Maksudnya, jika kita mengetahui hakekat ajal yang akan menjemput kita dan kedahsyatan alam kubur, kegelapan hari kiamat dan segala kesedihannya, shirot (titian) dan segala rintangannya, surga dengan segala kenikmatannya, niscaya akan memberikan motivasi kepada kita untuk mengadakan perubahan. Berubah dari kefasikan dan kekafiran menjadi keimanan, dari kemunafikan menjadi istiqamah, dari keraguan menjadi keyakinan, dari kesombongan menjadi ketawadhu&#039;an, dari rakus menjadi rasa syukur dan sederhana, dari pemarah dan pendendam menjadi kasih sayang dan memaafkan, dari kelicikan dan kesewenangan menjadi kejujuran dan keadilan, dari kedustaan menjadi kebenaran. Jadi, perubahan diri dari sifat dan watak syaithoni dan hewani, menjadi insan Islami yang kamil harus segera di mulai.<br /><br />Akan tetapi kita sering lupa atau berpura-pura lupa dengan perjalanan panjang tersebut, bahkan malah memilih dunia dengan segala perangkatnya, kemewahan, kecantikan, kekayaan, kedudukan yang semua nilainya disisi Alloh SWT, tidak lebih dari sehelai sayap nyamuk!<br /><br />Wahai yang tertipu oleh dunia! Wahai yang sedang berpaling dari Allah! Wahai yang sedang lengah dari ketaatan kepada Rabb-nya! Wahai yang nafsunya selalu menolak nasehat! Wahai yang selalu berangan-angan panjang! Tidakkah engkau mengetahui bahwa kamu akan segera meninggalkan duniamu dan duniamu pula akan meninggalkanmu? Mana rumahmu yang megah? Mana pakaianmu yang indah? Mana aroma wewangianmu? Mana para pembantu dan familimu? Mana wajahmu yang cantik dan tampan? Mana kulitmu yang halus? Mana? Mana? Saat itu ulat dan cacing mengoyak-ngoyak dan mencerai-beraikan seluruh tubuhmu!<br /><br />Bersegeralah bersimpuh di hadapan Rabbul Jalil, Alloh SWT. Lepaskan selimut kesombongan yang menghalangi dari rahmat dan maghfirah-Nya. Kuberikan khabar gembira bagi yang berdosa, lalai dan berlebih-lebihan, agar segera berhenti dari perbuatan kemaksiatannya itu.<br /><br />Saudaraku yang tercinta, siapakah diantara kita yang tak berdosa, siapa diantara kita yang tidak bersalah kepada Tuhannya? Sama sekali tidak ada, seharipun kita tidak bisa seperti malaikat yang selalu taat dan tidak berbuat maksiat sedikitpun.<br /><br />Datangilah masjid dan beribadahlah di dalamnya, tegakkanlah shalat lima waktu, puasalah di bulan Ramadhan, tunaikan haji jika engkau telah mampu, zakatilah harta dan jiwamu, bimbinglah anak-anakmu dengan Al-Islam, jauhkan dirimu dan keluargamu dari bacaan/majalah/tabloid porno atau yang menyesatkan.<br /><br />Insyafilah semua dosa-dosa, serta ingatlah! Pintu taubat masih terbuka lebar untukmu, rahmat dan maghfirah Alloh Subhanahu Wata&#039;ala sangatlah luas, lebih luas dari lautan dosa. Ketahuilah bahwa Alloh SWT sangat senang dengan taubatmu. Ingatlah firman Alloh SWT:<br /><br />"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan hatinya."<br /><br />Rasulullah SAW menyampaikan satu nasehat yang mana satu nasehat ini cukup untuk menasehati setiap manusia: "Cukuplah dengan adanya kematian sebagai penasehat (bagi kita)."<br /><br />Saudaraku, renungkanlah baik-baik risalah ini dengan pena kerinduan dan tinta air mata. Kembalilah kepada Alloh SWT dan Rasul-Nya SAW dengan cara yang benar. Kerjakanlah apa yang telah diperintahkan-Nya dan sekuat-kuatnya untuk menjauhi larangan-Nya. Berusahalah untuk memelihara ketundukan, tawadhu&#039; dan rasa syukur atas nikmat-Nya yang akan mengajakmu menuju pintu ketenangan dan kebahagiaan. Berhiaslah dengan amal shaleh dan keindahan akhlaqul karimah. Semuanya akan mempertanggungjawabkan amalannya sendiri-sendiri, maka beramal-lah!<br /><br />Alloh SWT berfirman:<br />"Maka barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kebaikan, niscaya akan melihat ganjarannya. Dan barangsiapa beramal seberat biji sawi dari kemaksiatan, niscaya akan melihat siksanya." (Az-Zalzalah: 7-8)<br /><br />Wallohu A&#039;lam bis-shawab.<br /><br />sumber: Milis keluarga-islam@yahoogroups.com]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/474/ingatlah-kematian-niscaya-hatimu-akan-menjadi-lembut/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 17:16:17 +0000</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[Astia - &#1571;&#1587;&#1578;&#1610; &#1606;&#1608;&#1585; &#1575;&#1604;&#1580;&#1606;&#1577;]]></dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Hati-Hati pada 'Setan Spesialis Wudhu']]></title>
			<link>http://facelim.com/blog/473/hati-hati-pada-setan-spesialis-wudhu/</link>
			<description>Bisa kita bayangkan, bagaimana canggihnya seorang pencuri kendaraan bermotor jika setiap hari yang dipelajari dan dikerjakan adalah mencuri motor. Ada...</description>
			<content:encoded><![CDATA[Bisa kita bayangkan, bagaimana canggihnya seorang pencuri kendaraan bermotor jika setiap hari yang dipelajari dan dikerjakan adalah mencuri motor. Ada juga spesialis elektronik, dia paling ahli bagaimana menggondol barang elektronik dari rumah orang yang sedang lengah. Ternyata iblis juga memeiliki bala tentara yang dibekali ketrampilan khusus dan ditugasi yang khusus pula. Iblis menggoda manusia setiap lini, dan setiap lini dia siapkan setan-setan yang &#8216;spesialis&#039; dibidangnya.<br /><br />Dalam hal wudhu misalnya, ada jenis setan khusus diwilayah ini. Pekerjaannya focus untuk menggoda orang-orang yang whudu sehingga menjadi kacau wudhunya. Setan spesialis wudhu ini disebut Nabi dengan &#8216;AL-WALAHAN&#039; Nabi bersabda : <br /><br />&#8220;Pada wudhu itu ada setan yang menggoda, disebut dengan Al-Walahan, maka hati-hatilah terhadapnya" (HR Ahmad)<br /><br />Setan ini menggoda tidak hanya mengandalkan satu jurus saja untuk memperdayai mangsanya. Untuk masing-masing karakter pelaku wudhu, disiapkan satu jurus untuk melumpuhkannya.<br /><br /># Waspadai Setiap Jurusnya<br /><br />Sebagian dipermainkan setan sehingga sibuk mengulang-ulang lafaz niat. Saking sibuknya mengulang, ada yang rela ketinggalan rakaat untuk mengeja niat. Niat memang harus dilazimi bagi setiap hamba yang hendak melakukan setiap aktivitas. Akan tetapi tak ada sedikit keteranganpun dari Nabiyang shahih menunjukkan sunnahnya melafazkan niat. Bahkan tidak ada dalil sekalipun berupa hadits dha&#8217;if, mursal, atau yang terdapat di musnad maupun perbuatan sahabat yang menunjukkan keharusan atau sunnahnya melafazkan niat.<br /><br />Dalil yang biasa dipakai adalah hadits Nabi "Innamal a&#8217;malu binniyati." Hadits ini tidak menunjukkan sedikitpun akan perintah melafazkan niat. Jika hadits ini dimaknai sebagai yang dilafazkan, berarti untuk setiap amal shalih baik menolong orang tenggelam, belajar, bekerja dan aktivitas lain menuntut dilafazkan. Apakah orang yang melafazkan niat ketika wudhu juga melafazkan niat ketika melakukan aktivitas amal yang lain?. Kalau saja itu baik, tentunya Nabi dan para sahabat melakukannya.<br /><br />Sebagian lagi digoda setan sehingga asal-asalan ketika melakukan wudhu. Dia membiarkan anggota tubuh yang metinya wajib dibasuh, tidak terkena oleh air. Nabi mengingatkan akan hal ini dengan sabdanya : <br /><br />&#8220;Celakalah tumit dari neraka". (HR Bukhari & Muslim).<br /><br />Untuk menangkal godaan ini, wajib bagi kita mengetahui manakah anggota tubuh yang wajib dibasuh atau diusap. Allah telah menjelaskan dalam firmaNya:<br /><br />&#8220;Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan mata kaki. (QS. Al-Maidah : 6).<br /><br />Syeikh Utsaimin menyebutkan bahwa &#8216;ISTINSYAQ&#039; atau memasukkan air kehidung kemudian &#8216;ISTINSYAR&#039;(mengeluarkannya) hukumnya wajib karena hidung termasuk bagian dari wajah yang dituntut untuk dibasuh. Telinga juga wajib untuk diusap karena termasuk bagian dari kepala sebagaimana hadits Nabi: &#8216;UDZUN MANAR RA&#8217;SII, telinga bagian dari kepala.<br /><br /># Boros Menggunakan Air<br /><br />Asal-asalan adalah jurus setan yang diarahkan bagi orang-orang yang malas. Sedangkan untuk orang yang antusias dan bersemangat, &#8216;al-Walahan&#039; memiliki jurus yang lain. Yakni dia menggoda agar orang yang wudhu terlampau boros menggunakan air. Timbullah asumsi bagi orang yang berwudhu, semakin banyak air, semakin sempurna wudhunya. Padahal anggapan ini bertentangan dengan sunnatul huda. Bahkan Nabi mengingatkan ummatnya akan hal itu. Beliau bersabda :<br /><br />&#8220;Sesungguhnya akan ada diantara ummat ini yang melampaui batas dalam bersuci dan berdoa."(HR Abu Dawud, Ahmad dan An-Nasa&#8217;I, sanadnya kuat dan dishahihkan oleh Al-Abani).<br /><br />Adapula hadits menyebutkan, tatkala Nabi melewati Sa&#8217;ad yang tengan berwudhu beliau bersabda: <br /><br />&#8220;Jangan boros menggunakan air." Sa&#8217;ad berkata &#8220;Apakah ada istilah pemborosan dalam air?". Beliau menjawab: &#8221;Ya meskipun engkau berwudhu disungai yang mengalir." (HR Ibnu Majah dan Ahmad). <br /><br />Ibnul Qayyim menyebutkan hadits ini dalam Zaadul Ma&#8217;ad, begitu pula Ibnul Jauzi dalam kitabnya &#8220;Talbis Iblis" hanya saja syeikh Al-Albani menyatakan ini sebagai hadits dha&#8217;if, begitu pula dengan Al-Bushiri dalam Al-Zawa&#8217;id.<br /><br />Yang baik adalah kita tidak boros dalam menggunakan air, termasuk ketika berwudhu. Namun bukan berarti boleh meninggalkan sebagian anggota yang wajib untuk dibasuh.<br /><br /># Ragu-Ragu Ketika Berwudhu<br /><br />Jurus lain yang ditujukan bagi orang yang kelewat semangat dalam hal berwudhu adalah setan menanamkam keraguan pada kita yang berwudhu. Ketika kita selesai berwudhu dibisikkan dihati kita keraguan akan keabsahan wudhunya, agar kita mengulangi wudhu kembali, dan hilanglah banyak keutamaan seperti Takbiratul uula maupun shalat berjamaah secara umum.<br /><br />Telah datang kepada Ibnu Uqail seseorang yang terkena jurus setan ini. Dia menceritakan bahwa dirinya telah berwudhu, kemudian dia ulangi wudhunya karena ragu, bahkan dia menceburkan diri kesungai, setelah keluar darinya diapun masih ragukan wudhunya. Dia bertanya &#8220;Dalam keadaan (masih ragu) seperti itu apakah saya boleh shalat?" Ibnu Uqail menjawab: &#8221;tidak lagi wajib shalat. Ya, tidak ada orang yang melakukan itu kecuali orang yang hilang ingatan, sedangkan orang yang hilang ingatan tidak terkena lagi kewajiban. Wallahu a&#8217;lam bishawab".]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/473/hati-hati-pada-setan-spesialis-wudhu/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 17:12:16 +0000</pubDate>
			<dc:creator><![CDATA[Astia - &#1571;&#1587;&#1578;&#1610; &#1606;&#1608;&#1585; &#1575;&#1604;&#1580;&#1606;&#1577;]]></dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>sesuatu yang hilang</title>
			<link>http://facelim.com/blog/472/sesuatu-yang-hilang/</link>
			<description><![CDATA[Entah kenapa dan apa yang kini aku alami...<br /><br />Semua terasa hampa..<br /><br />Aku tidak menjalaninya dengan lepas..<br />Yang ada beban dan aku tidak menikmatinya..<br /><br />Sesuatu...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Entah kenapa dan apa yang kini aku alami...<br /><br />Semua terasa hampa..<br /><br />Aku tidak menjalaninya dengan lepas..<br />Yang ada beban dan aku tidak menikmatinya..<br /><br />Sesuatu itu kini hilang,bersama hembusan angin yang menerpaku..<br /><br />Ya,Allah ku tak mau hidup tnpa arah dan membuang waktuku..<br /><br />Pintaku padaMu..<br />Kuatkanlah keimanan ini dan curahknlah hmba dengan segenap petnjukMu..dan keridhoan Mu..<br /><br />Kemanisan iman lebih aku sukai dibandingkan dengan kemilau dunia yang fana..]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/472/sesuatu-yang-hilang/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 14:05:18 +0000</pubDate>
			<dc:creator>neeta az zahra_bio_unj</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[>>> JIKA AKU JATUH CINTA <<<]]></title>
			<link>http://facelim.com/blog/471/jika-aku-jatuh-cinta/</link>
			<description><![CDATA[Ya Illahi Robbi,,,<br />Izinkanlah jika tiba saatnya aku jatuh cinta,<br />Sandingkanlah aku dengan seorang,<br />Yang menutupi kekuranganku dan bukan kekosonganku..<br />Aga...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Ya Illahi Robbi,,,<br />Izinkanlah jika tiba saatnya aku jatuh cinta,<br />Sandingkanlah aku dengan seorang,<br />Yang menutupi kekuranganku dan bukan kekosonganku..<br />Agar hatiku tidak pernah hampa dalam mengingat-Mu.<br /><br />Ya Ilahi Robbi&#8230;<br />Izinkanlah aku jatuh cinta,<br />Pilihkanlah untukku,<br />Seorang yang selalu terjaga hatinya pada-Mu..<br />Yang bisa menyejukkan disaat gundah gulana..<br />Dan mengingatkanku disaat mulai salah tujuan..<br />Sehingga membuatku semakin memuji-Mu..<br /><br />Ya Illahi Robbi,,,<br />Jika tiba saatnya aku jatuh cinta..<br />Pertemukan aku dengan seorang..<br />Yang hatinya selalu terpaut pada-Mu..<br />Agar semakin bertambah cintaku pada-Mu..<br /><br />Ya Illahi Robbi,,,<br />Jika tiba saatnya aku jatuh cinta..<br />Maka jadikanlah kekagumamku akan kecantikannya.<br />Membuatku semakin mengagumi akan ke-Esaan-Mu..<br /><br />Ya Illahi Robbi,,,<br />Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,<br />Izinkan aku di cintai seorang..<br />Yang bisa menerima segala kekuranganku,<br />Agar kami bisa menerima setiap cobaan dari-Mu.<br /><br />Ya Robbi,,,<br />Aku memohon pada-Mu,<br />Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,<br />Maka jadikanlah cinta itu sebagai penguat cintaku pada-Mu..<br />Dan jangan dengan cinta itu, membuatku lupa akan diri-Mu..<br /><br />Ya Illahi Robbi,,,<br />Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,<br />Peliharalah cintaku padanya,<br />Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu..<br /><br />Ya Robbi,,,<br />Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,<br />Genangi hati sanubariku dengan Asma-Mu..<br />Agar rasa cintaku pada-Mu tetap utuh&#8230;<br /><br />Ya Robbi,,,<br />Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,<br />Maka pertemukanlah kami dalam naungan cinta-Mu..<br />Berikan kami kesempatan,<br />Untuk terus meningkatkan cinta pada-Mu..<br /><br />Ya Illahi Robbi,,,<br />Jika tiba saatnya aku jatuh cinta,<br />Jangan pernah engkau memalingkan wajah-Mu,<br />Anugerahkanlah aku dengan rahmat-Mu,<br />Dan peliharalah rasa cinta ini,<br />Kepada yang telah Engkau takdirkan..<br />Cinta suci yang menyejukkan hati..<br />Dan tak akan hilang seiring waktu&#8230;<br />Amin&#8230;]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/471/jika-aku-jatuh-cinta/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 10:39:10 +0000</pubDate>
			<dc:creator>Ukhti  itaa</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>Dan Khadijah pun Berbisnis</title>
			<link>http://facelim.com/blog/470/dan-khadijah-pun-berbisnis/</link>
			<description><![CDATA[<p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Saya sangat menyukai dunia yang satu ini. Saya menyukai untuk berprofesi menjadi seseorang yang menurut kebanyakan orang saat ini tidak memiliki masa </>...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Saya sangat menyukai dunia yang satu ini. Saya menyukai untuk berprofesi menjadi seseorang yang menurut kebanyakan orang saat ini tidak memiliki masa depan, yang kata mereka tidak dapat dijadikan pegangan lantaran ketidakpastian pendapatannya. Berbisnis, berdagang, menjadi seorang entrepreneur.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Meski belum pernah satu kali pun saya duduk di sebuah acara training atau seminar bisnis dan enterpreneur apalagi mengenyam tingkat pendidikan khusus dalam mayor bisnis, namun ketertarikan saya di bidang ini, keinginan saya menjadi seorang pebisnis atau pedagang, semakin besar dari waktu ke waktu.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Seseorang dalam hidup saya telah berhasil mematri virus &lsquo;enterpreneur wanna be&rsquo; dalam diri saya. Ia menggubah pandangan saya tentang tujuan hidup dan cara saya mencapai tujuan itu. Dan melalui beliaulah saya mulai beranjak menemukan di mana saya sebaiknya menapakkan langkah.<br />Sering terungkap pernyataan dari masyarakat sekitar saya baik teman ataupun guru saya dahulu tentang pekerjaan ideal yang berprospek.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Mereka meyakini bahwa menjadi PNS adalah satu yang paling ideal dan layak diperjuangkan. Siapa yang tak ingin, setiap bulannya terjamin jelas mendapat gaji dari atasan? Siapa yang tak mau, masa tua dan anak yang ditinggal nanti mendapat jaminan hari tua alias uang pensiun? Jutaan lulusan perguruan tinggi berebut sebuah lowongan tiap tahunnya. Bahkan tak jarang sang calon titip sana titip sini untuk pemulusannya.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Negara ini melimpah akan pencari kerja. Mereka yang mantap keilmuan dan skill kerjanya dalam bidang yang mereka geluti. Lulusan S1, S2, S3 bermunculan tiap tahunnya. Namun agaknya negara ini miskin akan penyedia kerja. Tiap tahunnya angka pengangguran enggan turun dari puncak levelnya. Tiap masanya masih mudah menemukan pemuda segala usia mengemis dan meminta.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Setting pendidikan di Indonesia mengarahkan dan menyiapkan civitasnya lahir bukan sebagai orang-orang yang siap membuka lapangan kerja melainkan darinya muncul pencari bahkan pengemis kerja. Usai lulus dari sekolahnya, pekerjaannya adalah keliling dari satu perusahaan ke perusahaan lain, dari satu kantor ke kantor lain, dari satu toko ke toko lain. Selama pendidikan tidak sedikit pun terbersit bagaimana kehidupan paska pendidikan yang ditempuhnya. Ditambah lagi ketiadaan pengetahuan akan hal ini apalagi motivasi yang mengarahkan menjadi pribadi entrepreneur. Walhasil, pemerintah lagi lah yang kerepotan dengan angka pengangguran tiap tahunnya.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;"><strong>Bisnis dan Wanita<br /></strong>Dunia bisnis dalam kaca mata saya adalah dunia yang menantang. Memang benar kata orang bahwa di sini terdapat banyak risiko, ketidakpastian, dan banyak lubang kegagalan menanti. Tapi, di situlah nikmatnya. Di sini seseorang bisa mengasah kepekaannya akan lingkungan. Dia mencari peluang usaha apa yang tepat dan dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. Dalam hal ini juga terdapat analisis dan pertimbangan akan untung-rugi pendirian usaha, upaya preventif kerugian, dll.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Dan sebagai wanita, bukan halangan untuk kita berbisnis. Wanita yang cerdas tentu akan mampu memenej dirinya; dalam hal kewajibannya di keluarga maupun sosial sekitarnya. Mari kita menilik teladan terbaik,</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;"><strong>Khadijah binti Khuwailid.<br /></strong>Siapa muslim yang tidak mengenal Siti Khadijah?<br />Parasnya menawan, bahkan hingga usia 40-an. Kehormatannya tak lagi diragukan, merupakan bangsawan nan harum di kalangan. Kekayaannya membuat yang lain segan, terlebih karena sikapnya yang dermawan.<br />Itulah sedikit hal yang mencerminkan akhlak mulia seorang Khadijah.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Beliau tetap menjadikan bisnis yang digelutinya sabagi sesuatu yang berkah lantaran hasil usahanya beliau peruntukkan bagi kemajuan dakwah suaminya, Muhammad Rasulullah. Alangkah hebatnya jika wanita di Indonesia mampu memiliki kecerdasan bisnis seperti beliau. Amanah, jujur, dan kredibel serta pengorbanan dan dukungan penuh untuk tegaknya dakwah di muka bumi.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;">Seperti tulisan saya sebelumnya yang berjudul Muslimah Kunci Peradaban lslam, di sinilah peran wanita kembali dipancarkan. Wanita juga merupakan komunitas terbesar di dunia ini. Bila sebagian besarnya menyadari akan potensi dirinya, tanggung jawabnya untuk turut memajukan agama dan negaranya, maka kesuksesan khususnya di bidang ekonomi kesejahteraan bukan suatu impian belaka.</p><br /><p style="font-family: &#039;Century Gothic&#039;, Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-replaced: 19px; text-align: justify;"><strong>Menanti muslimah siap berkiprah&hellip;<br /></strong></p>]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/470/dan-khadijah-pun-berbisnis/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 09:43:39 +0000</pubDate>
			<dc:creator>Sofistika Carevy Ediwindra</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>Nikah Mudah Penuh Berkah</title>
			<link>http://facelim.com/blog/468/nikah-mudah-penuh-berkah/</link>
			<description><![CDATA[Bismillah...<br /><br /> <br /><br />hmm,boleh yah kali ini sy coret2 sedikit tentang nikah..  semoga bermanfaat, <img src="http://facelim.com/file/pic/emoticon/yahoo-emotion/1.gif" alt="1" title="1" title="v_middle" />Bagaimana Nikah tanpa perayaan? Akad aja, tanpa pesta atau r...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Bismillah...<br /><br /> <br /><br />hmm,boleh yah kali ini sy coret2 sedikit tentang nikah..  semoga bermanfaat, <img src="http://facelim.com/file/pic/emoticon/yahoo-emotion/1.gif" alt="1" title="1" title="v_middle" />Bagaimana Nikah tanpa perayaan? Akad aja, tanpa pesta atau resepsi..?? yuukk mari kita bahas..Nikah adalah moment indah, di nantikan setiap insan lajang,& di catat sbg kenangan berharga bagi yg sudah melangsungkannya..sayang seribu sayang,banyak yang terjebak dalam hukum-hukum yang disukai manusia yang menghabiskan banyak biaya..<br /><br /> <br /><br />So, Terkesan Nikah hanya di peruntukan bagi insan-insan berlimpah, beruah penghasilan dan tidak untuk yg dalam kesempitan,, Iyakah begitu...????bukankah pernikahahn adlah fasilitas mudah yang di anugerahkan ALLAH tanpa memandang siapa hamba-NYA.. Ironis, jika niat baik 2 orang insan tiba-tiba di hambat karena budaya ingin pesta pora,  takut diomongin tetangga, dll..Rukun Nikah sendiri ada 5 :1. Pengantin Lelaki2. Pengantin Wanita3. Wali4. 2 Orang saksi5. Ijab & Qabul.jika salah satu rukun tidak dipenuhi, tidak sah pernikahannya,, misal : tanpa wali..melihat rukun nikah yang sangat simpel, munkinkah nikah dilakukan secara diam2..?? hmm,Mungkinnn.. Tetappi,pernikahan yang dilakukan diam-diam, tanpa di umumkaan kepada khalayak, akan menimbulkan fitnah / tuduhan aneh-aneh..legalitas negara / surat nikah,, bukan bagian dari rukun nikah, hanya bagian dari tertib administrasi.. sebagai antisipasi,agar pernikahan berjalan di bawah payung hukum,, jika teerjadi apa-apa, ada yang berkewajiban menengahi..oleh karena itu,,diam-diam takut menimbulakn banyak fitnah.. maka umumkanlah biar seisi bumi tahu.. hehe yaitu dengan WALIMAH atau resepsi..INGAT...!!Tujuan dari walimah adalah untuk MENGUMUMKAN / memberi tahu, Bukan untuk mencari sensasi agar dicatat sejarah sebagai pernikahan mewah..!!Ini yang sering di salah artikan, walimah dijadikan moment pamer-pameran..Gaun ingin yang tercantik, gedung yang terluas, mennu makanan yang berlebihan,, ala eropa misalnya,  padahal tujuan intinya sederhana..memang benar, walimah adalah moment yang sangat urgen, bisa jadi hanya dilakukan sekali seumur hidup, terus dibuatlah seMEWAH mungkin,, nah lohhh.. kalo mewahnya mepet sawah gak apa2.. <img src="http://facelim.com/file/pic/emoticon/default/tongue.png" alt="Tongue" title="Tongue" title="v_middle" /> CATAT KAIDAHNYA : "Dahulukan yang PALING Utama sebelum yang Utama..Nah walimah bukanlah hal yang paling utama,, Dianjurkan untuk tidak memberatkan, sederhana saja, yang penting Syar&#039;i & tujuan pun tercapai, yaitu mengumumkan..hmm.. jangan sampai dana buat walimah terlalu dipaksakan,pinjem sana-sini karena pengen sok mewah.. pasca nikah Pengantin baru finance recovery, bayar utang...Esensi paling penting dari pernikahan bukan sekedar hari walimahnya,, melainkan pasca nikah... kalo serba pinjem,nafkahin istri mau pinjem juga?? Walimah mewah bukan sebuah prrestasi sosial..!! <br /><br />pertanyan lain,, kita mengundang orang dg sajian yg wahh.. selain untuk pengumuman, harapan lainnya apa sih??Pengen di doa&#039;in kan??? apa kita mendengar doa-doa itu di ucapkan?? Diantara adab menghadiri walimah adalah mendoakan kedua mempelai.. Raih tangannya, diam sejenak, doain dg khusyuk.. apa doanya?? pasti dah pd tau.. itu tuh,ada jg d lagunya Om Maher..hehe<br /><br />"Barakallahu laka wa baaraka &#039;alayka wa jama&#039;a baynakuma fii khairin.."<br /><br />jika doa ini diucapkan pas akad, maka akan di amini para malaikat loohhh...INGAT lagi..!!Nikah yang berkah tu lebih dari sekedar langgeng, harmonis, & romantis.. tapi, BERKAH adalah keadaan yang TERBAIK.. The Last : Rayakanlah walimah sesuai kemampuan ekonomi, tidak perlu berlebihan & berharap di puji.. Nikah tanpa perayaan mewah bukan masalah,, Akad khidmat, walimah sederhana tp syar&#039;i,tanpa mubadzir,,penuh keberkahan.. HEBAT, MANTAF..!!!! semoga bermanfaat..yg belum nikah ayo pada nikahhh... <img src="http://facelim.com/file/pic/emoticon/default/tongue.png" alt="Tongue" title="Tongue" title="v_middle" />]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/468/nikah-mudah-penuh-berkah/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 08:33:47 +0000</pubDate>
			<dc:creator>shafira</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>HTI Papua Bahas Deradikalisasi dalam Halqah Islam dan Peradaban</title>
			<link>http://facelim.com/blog/467/hti-papua-bahas-deradikalisasi-dalam-halqah-islam-dan-peradaban/</link>
			<description>HTI Press. Meski sempat kehilangan momen, (jika dibanding dengan daerah-daerah lain) wacana deradikalisasi masih menarik untuk diperbincangkan, terleb...</description>
			<content:encoded><![CDATA[HTI Press. Meski sempat kehilangan momen, (jika dibanding dengan daerah-daerah lain) wacana deradikalisasi masih menarik untuk diperbincangkan, terlebih saat mengikuti kegiatan HIP (Halqoh Islam &  Peradaban II) yang diselenggarakan oleh DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Provinsi Papua, di Aula LPTQ Kotaraja- Jayapura pada Hari Ahad, 19/02/2012. Acara yang dimoderatori oleh Ust. Ali Husein, S.Kep itu menghadirkan Pembicara antara lain Ust. Harits Abu Ulya, (Direktur CIIA) dan Ust. Abu Zaid, (DPP Hizbut Tahrir Indonesia).<br /><br /> <br /><br />Dari permulaan acara peserta tampak sangat antusias untuk mengikuti materi yang disampaikan secara apik oleh Ust. Harits Abu Ulya, dengan gayanya yang lugas dalam menyampaikan materi, disamping topik pembahasan memang cukup merarik perhatian khususnya kalangan intelektual, akademisi dan pejabat pemerintahan. Sebelumnya panitia sempat mendengar desas-desus bahwa acara yang dilaksanakan oleh DPD I HTI Provinsi Papua itu &#8220;konon&#8221; mengundang pro dan kontra, akan tetapi semuanya mengamini apa yang disampaikan oleh pemateri seusai kegiatan.<br /><br /> <br /><br />Acara yang dihadiri oleh sejumlah Tokoh Umat Islam di Papua, Akademisi, Praktisi Hukum, Ta&#8217;mir Masjid, Muballigh serta Muballighah sehingga kehadiran mereka menggenapi jumlah peserta yang tercatat sekitar 300 an Peserta.<br /><br /> <br /><br />Seluruh acara dari awal hingga akhir rupanya tidak pernah terluput dari perhatian seluruh peserta, sehingga waktu yang diluangkan sekitar dua setengah jam terasa masih kurang untuk membahas tema sentral deradikalisasi. Namun yang menarik dari serangkaian diskusi adalah pertanyaan sekaligus Ungkapan kerisauan dari Ust. Adnan Yalipele salah satu ustadz Asli Putra Daerah Papua yang berasal dari Wamena, setelah diberi kesempatan untuk bertanya, beliau menyampaikan bahwa &#8220;umat Islam di Indonesia yang mayoritasnya umat Islam ini kok sepertinya diadu domba dan diperlakukan tidak layak, kalau faktanya seperti ini saya lebih baik memilih merdeka daripada terus seperti ini&#8221;. Kemudian dijawab oleh Ust. Harist Abu Ulya, bahwa perkataan itu tidak sepenuhnya benar, karena jika saja Papua merdeka maka justru lebih mudah bagi Amerika untuk &#8220;mengkangkangi&#8221; Papua, dan faktanya, membangun Sebuah Negara itu tidak semudah seperti membangun masjid/musholla. &#8220;Maka dari itu jika ingin Umat Islam mulia tidak dicerai berai seperti ini, maka tidak bias. Harus ada Institusi yang memang serius dalam melindungi dan menjaga akidah umat Islam, dan institusi itu tidak lain adalah Khilafah, bukan Negara bangsa seperti saat ini&#8221;, timpal Ust. Abu Zaid.<br /><br /> <br /><br />Dan pada akhir kegiatan seluruh peserta sepakat bahwa Islam bukanlah Agama Teror, Umat Islam tidaklah sama dengan teroris. Kemudian mereka juga sepakat bahwa deradikalisasi adalah proyek yang sangat berbahaya bagi kehidupan Umat Islam. Di akhir acara Ust. Abu Zaid memberikan kesimpulan bahwa Upaya BNPT melalui Proyek Deradikalisasinya BNPT justru memperkokoh eksistensi Imperialisme  Amerika dan antek-anteknya, karena melalui deradikalisasi pemahaman Islam banyak yang dimanipulasi, seperti makna Jihad, Syariat Islam, di akhir paparannya beliau menyampaikan jika Pemahaman Jihad, Syariah, dan Khilafah dihilangkan, &#8220;maka selesai umat Islam&#8221;. Kesimpulan selanjutnya disampaikan oleh Ust. Harist Abu Ulya yang disampaikan secara retoris, beliau bertanya kepada audiens &#8220;Apakah seluruh peserta yang hadir saat ini jika ditanya:  Setujukah Anda jika Indonesia ke depan, Indonesia dengan Syariah akan lebih baik? Sontak seluruh Peserta menjawab &#8220;SETUJU&#8221; sehingga kira - kira inilah akhir dari kesimpulan kegiatan tersebut [] (ABP)]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/467/hti-papua-bahas-deradikalisasi-dalam-halqah-islam-dan-peradaban/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 08:29:13 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ukhti aqli</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA["Sepucuk Surat Dari Akhwat Buat Ikhwan Shaleh"]]></title>
			<link>http://facelim.com/blog/466/quot-sepucuk-surat-dari-akhwat-buat-ikhwan-shaleh-quot/</link>
			<description><![CDATA[Duhai ikhwan...<br />...<br />Kau tahu tentang wanita shaliha??<br /><br />Tak inginkah kau mendapatkannya...<br /><br />Maka bantulah kami para wanita menjadi shaliha dengan menghormati...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Duhai ikhwan...<br />...<br />Kau tahu tentang wanita shaliha??<br /><br />Tak inginkah kau mendapatkannya...<br /><br />Maka bantulah kami para wanita menjadi shaliha dengan menghormatinya..<br /><br />Jangan dekati dia sebelum engkau siap melamarnya...<br /><br />Jangan dekati dia dengan cara yang tak diridhai-Nya...<br /><br />Jangan lumpuhkan hatinya dengan rayuanmu yang menjadikannya terlena...<br /><br /><br /><br />Biarkan ia menjaga cintanya hanya untuk suaminya...<br /><br />Biarkan ia menjaga kesuciannya hanya untuk suaminya..<br /><br />Biarkan ia menjadi yang teristimewa untuk pendamping hidupnya...<br /><br />Duhai ikhwan...<br /><br />Betapapun kini keberadaannya memikat hatimu...<br /><br />Selama ia belum jadi istrimu, sayangilah ia sebagai saudarimu...<br /><br />Jaga keimanannya dengan tidak menggodanya lewat tawaran cintamu..<br /><br />Jaga kesuciannya dalam cinta diam mu...<br /><br />Biarkan ia mempersiapkan diri menjadi yang terindah dalm hidupmu..<br /><br />Tak suka kah engkau bila istrimu adalah seorang muslimah sejati yang mempersembahkan cinta dan kesuciannya hanya untuk suaminya??<br /><br />Maka... Menjauhlah.. Menjauhlah..<br /><br />Jangan nodai cinta yang fitrah dengan nafsumu yang tak terkendali karena ingin memilikinya..<br /><br /><br /><br />Dengarlah hai ikhwan...<br /><br />Wanita itu lemah.. Maka jangan lemahkan imannya dengan pesonamu.<br /><br />Jaga keimananmu dan keimanannya dan tunggulah saat berbuka agar cinta itu berlimpah barakah.<br /><br />Jika benar engkau mencintainya.. Jaga dia dari dosa-dosa yang akan kalian panen ketika menjalin sebuah hubungan, tegakah engkau membiarkan orang yang engkau cintai mendapat Kemurkaan dari Allah karena menjalin hubungan kasih denganmu??<br /><br />Sungguh ikhwan.. sebelum ia halal bagimu, dia adalah saudarimu, dan kau tak berhak menyentuh atau bercumbu mesra dengan wanita yang belum Allah izinkan engkau menyentuhnya , sekalipun hatinya.<br /><br /><br /><br />Dengarlah ikhwan,,,<br /><br />Aku adalah seorang sahabat yang hanya bisa menangis melihat sahabatku sendiri tenggelam dalam hubungan yang tak dihalalkan dalam islam.<br />Karena aku hanya mampu mengingatkan.. Tak mampu memberinya hidayah.<br /><br />Duhai ikhwan yang dirahmati Allah...<br />Jika kau benar mencintai seorang wanita.. Muliakan dia dengan menjaga kehormatannya.. Jangan mengikatnya dengan hubungan yang tak diridhai hanya karena engkau takut ia tak dapat engkau miliki.<br />Karena dia yang engkau cinta , harus mempertanggung jawabkan semua kemesraannya denganmu di dunia dihari pembalasan kelak, kemesraan yang belum berhak kalian miliki sebelum terlaksananya akad suci.<br /><br />Ikhwan...<br />Betatapun hatimu ingin memilikinya.. bersabarlah.. bersabarlah.. Berpuasalah...<br /><br /><br />Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya mereka kekal di dalamnya.surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (Q.s. al-Furqaan [25] :75-76)<br /><br /><br />"Tidak ditemukan jalan lain bagi dua orang yang saling mencintai selain menikah" (HR. Ibnu Majah)]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/466/quot-sepucuk-surat-dari-akhwat-buat-ikhwan-shaleh-quot/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 08:03:51 +0000</pubDate>
			<dc:creator>Hasfinda F. Mufid</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title><![CDATA[Do'a]]></title>
			<link>http://facelim.com/blog/465/doa/</link>
			<description><![CDATA[Allah SWT memerintahkan kita untuk berdo&#8217;a kepada-Nya. &#8221; Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[Allah SWT memerintahkan kita untuk berdo&#8217;a kepada-Nya. &#8221; Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina" (QS Al Mu&#8217;min [40] : 60).<br /><br />Do&#8217;a adalah salah satu sarana untuk pendekatan kepada &#1575;&#1614;&#1604;&#1604;&#1617;&#1607;&#1615; SWT yang biasa disebut taqarrub Ilallah. <br />Agar do&#8217;a dikabulkan oleh &#1575;&#1614;&#1604;&#1604;&#1617;&#1607;&#1615; SWT , ada syarat-syarat yang harus dipehuhi.<br />&#039;&#039; Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&#039;&#039; (QS Al-Baqarah [2] : 186).<br /><br />Pada hakikatnya, sholat yang kita lakukan berisikan do&#8217;a-do&#8217;a. Surat Al Fatihah yang kita baca dalam setiap raka&#8217;at, pada ujungnya berisikan do&#8217;a agar kita ditunjuki-Nya ke jalan yang lurus. Saat duduk di antara dua sujud, kita baca do&#8217;a sesuai tuntunan dalam hadis. Dalam Al Qur&#8217;an, banyak contoh-contoh do&#8217;a dari dari para Nabi dan orang-orang shaleh.<br /><br />Dalam hadis Rasulullah SAW , dijelaskan berbagai hal tentang do&#8217;a, seperti adab berdo&#8217;a yang benar, bacaan do&#8217;a yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Ada juga penjelasan tentang waktu-waktu yang utama untuk berdo&#8217;a, seperti waktu antara adzan dan iqamat, saat sujud terakhir dalam sholat,&#160; sepertiga malam terakhir, hari Jum&#8217;at, saat turun hujan, atau ketika sedang menjalankan ibadah shaum. Ada juga tempat-tempat utama untuk berdo&#8217;a, di sekitar Ka&#8217;bah : Multazam, Maqam Ibrahim, Hijr Ismail atau Raudhah di Masjid Nabawi.<br /><br />Setiap aktivitas kita sehari-hari hendaknya di mulai dengan do&#8217;a. Mulai saat bangun tidur, masuk kamar mandi, makan-minum, bepergian ke luar rumah, naik kendaraan dan seabreg aktivitas lain. Dengan memulai do&#8217;a dalam setiap aktivitas, kita akan merasakan kedekatan dengan &#1575;&#1614;&#1604;&#1604;&#1617;&#1607;&#1615; SWT dan yakin bahwa Dia akan selalu menyertai kita. <br /><br />Perlu ditekankan, bahwa di samping berdo&#8217;a, harus dilakukan ikhtiar gigih tanpa kenal putus asa. Setelah itu kita bertawakal kepada &#1575;&#1614;&#1604;&#1604;&#1617;&#1607;&#1615; . Dia Yang Maha Mengetaui apa yang baik buat kita. &#039;&#039;Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.&#039;&#039; (QS Al-Baqarah [2]: 216).<br /><br />Semoga bermanfaat..!!]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/465/doa/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 02:54:01 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ummu royyan</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>Bukti Keistimewaan Wanita Dalam Islam</title>
			<link>http://facelim.com/blog/464/bukti-keistimewaan-wanita-dalam-islam/</link>
			<description>Siapa yang dapat memungkiri bahwa islam memanglah rahmat bagi semesta alam. Islam adalah juga satu- satunya agama yang menentramkan lahir dan batin ma...</description>
			<content:encoded><![CDATA[Siapa yang dapat memungkiri bahwa islam memanglah rahmat bagi semesta alam. Islam adalah juga satu- satunya agama yang menentramkan lahir dan batin manusia. Barang siapa yang mengikutinya, maka kemuliaan akan melingkupinya. Barang siapa menyelaminya, maka kedamaian yang akan selalu menyertainya.<br /><br />Islam, menyematkan kemuliaan dalam diri seorang wanita. Sang pesona dunia ini, diajarkan Oleh Allah Subhanahu Wata&#8217;ala  untuk tetap menjadi indah dan yang terindahkan. Namun sayang, banyak manusia yang lemah iman dan lemah ilmu yang justru tidak bisa menikmati dan menyadari keindahan itu dalam hati mereka. Dan begitulah, Allah telah menutup hati, dan indrawi mereka, dalam begitu kencangnya fitnah yang tujuan akhirnya sangat jelas, yaitu melucuti keindahan wanita itu sendiri, dengan cara merendahkan mereka layaknya hewan, atau bahkan lebih rendah dari itu. Naudzubillah...<br /><br />Di dalam islam, wanita di perintahkan oleh Allah untuk menutup Aurat para wanita. Sungguh sesuatu yg mahal harganya akan dijaga bahkan disimpan dan di rawat dengan sangat hati- hati dan di hadiahkan pula tempat  teraman dan terbaik. Apakah pernah kita melihat seseorang membuang intan begitu saja di jalanan?.<br /><br />Jilbab adalah identitas kemuliaan seorang muslimah, dan sekaligus benteng mereka dari berbagai gangguan orang- orang jahat yang mempunyai niat jahat kepada mereka. Maka maha benarlah Allah dalam firmannya,<br /><br />Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.&#8221; (Q.S. Al-Ahzab: 59)<br /><br />Dan di dalam Islam, seorang wanita jika dihadapkan kepada suaminya, memanglah ketaatan yang harus dilakukannya. Namun, seorang laki- laki wajib pula taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari sang ayah?. Maka perhatikan baik- baik wasiat rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam, berikut ini...<br /><br />"Dari Abu Hurairah radhiyallaahu &#8216;anhu, beliau berkata, &#8220;Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu &#8216;alaihi wasallam dan berkata, &#8216;Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?&#8217; Nabi shalallaahu &#8216;alaihi wasallam menjawab, &#8216;Ibumu!&#8217; Dan orang tersebut kembali bertanya, &#8216;Kemudian siapa lagi?&#8217; Nabi shalallaahu &#8216;alaihi wasallam menjawab, &#8216;Ibumu!&#8217; Orang tersebut bertanya kembali, &#8216;Kemudian siapa lagi?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Ibumu.&#8217; Orang tersebut bertanya kembali, &#8216;Kemudian siapa lagi,&#8217; Nabi shalallahu &#8216;alaihi wasallam menjawab, &#8216;Kemudian ayahmu.&#8217;&#8221; (HR. Bukhari Muslim)<br /><br />Diantara banyak fitnah yang di hembuskan oleh para musuh- musuh islam, adalah hal yang menyangkut poligami. Mereka mengatas namakan penderitaan wanita yang di dramatisir sedemikian rupa, agar terlihat lebih simpatik. Bahkan sebenarnya betapa kasihan mereka tentang hal ini. Tingkah polah mereka semakin membuktikan kekurangan akal pada diri mereka. Apakah sudah sampai pada mereka bahwa bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita. Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam, seperti Allah firmankan di dalam Al Quran,<br /><br />&#8220;Namun bila kalian khawatir tidak dapat berbuat adil maka nikahilah satu wanita saja.&#8221; (QS. An Nisa: 3)<br /><br />Begitu di muliakannya wanita dalam islam, bahkan para suami, yaitu manusia yang paling berhak atas istri- istri mereka, tetap diperintahkan oleh Allah untuk tidak boleh berbuat sewenang- wenang kepada istri mereka.<br /><br />&#8220;Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.&#8221; (An-Nisa`: 19)<br /><br />Hal tersebut tetap berlaku walaupun sang suami dalam keadaan tidak menyukai istrinya. Seperti firman Allah berikut ini<br /><br />&#8220;Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.&#8221; (An-Nisa`: 19)<br /><br />Dan Memanglah,  kasih sayang islam begitu sangat melingkupi kaum yang memang diciptakan Allah lebih lemah dari pada laki- laki ini. Maka dari itu, ketika wanita menerima warisan, memanglah wanita mendapat jatah kurang dari laki- laki. Bukan karena tidak adanya keadilan Allah disana, tapi sungguh harta yang jumlahnya kurang dari para laki- laki itu hanya menjadi milik pribadinya dan para wanita tidak perlu menyerahkannya suaminya. Sedangkan saat para lelaki atau suami menerima warisan, maka sudah menjadi kewajiban laki- laki itu untuk menggunakan hartanya demi kebutuhan seluruh keluarga, anak- anak dan istrinya.<br /><br />Dalam lemahnya fisik dan kurangnya Akal karena lebih di dominasi perasaanya, wanita memang haruslah tetap melalui sebuah fase perjuangan terbesar yang membuatnya harus bersusah payah. Ya, selama mereka mengandung dan melahirkan anak, adalah perjuangan yang begitu sangat menguras waktu emosi, pikiran, tenaga dll.  Tetapi Kasih sayang Allah memang tiada batas. Ketika para wanita hamil, setiap saat mereka akan didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk Allah di mukabumi ini, dan ketika kematian ternyata datang atas mereka saat melahirkan, maka syahid akan Insyaallah akan di raihnya.<br /><br />Dari J&#226;bir ibn &#8216;At&#238;k, Rasulullah saw. bersabda: "Mati syah&#238;d ada tujuh, selain mati terbunuh dalam perang f&#238;sabilillah, yaitu: (1) mati karena penyakit th&#226;&#8216;&#251;n (semacam penyakit kelenjar), (2) mati karena tenggelam ,(3) mati karena penyakit lambung ,(4) mati karena sakit perut, (5) mati karena terbakar, (6) mati karena tertimpa reruntuhan, dan (7) perempuan yang mati karena hamil/melahirkan."<br /><br />Pahala mati syah&#238;d layak diberikan kepada ibu hamil/melahirkan dan meninggal, karena proses melahirkan adalah proses mengadu nyawa dan sama dengan perang membela agama Allah. Selain itu, kaum wanita berperan besar dalam pengembangbiakan keturunan. Dengan bersedianya seorang wanita untuk hamil, berarti ia telah mengemban amanat dan mewujudkan proses penyempurnaan sifat kefeminimannya.<br /><br />Tidak itu saja, keistimewaan seorang wanita adalah ketika mereka diperbolehkan untuk memasuki pintu Syurga melalui mana pintu manapun yang disukainya. Dan untuk semua itu, para wanita cukuplah melalui 4 syarat saja : Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.<br /><br />"Apabila seorang isteri telah mendirikan sholat lima waktu dan berpuasa bulan Ramadhan dan memelihara kehormatannya dan mentaati suaminya, maka diucapkan kepadanya: Masuklah Surga dari pintu surga mana saja yang kamu kehendaki."<br />(Riwayat Ahmad dan Thabrani)<br /><br />Maka sudah selayaknya, para pemilik mulut lancang yang tanpa ilmu mendengungkan topeng &#8220;kemerdekaan&#8221; bagi kaum wanita itu, menginsyafkan perbuatan mereka karena telah habis- habisan menyalakan propaganda untuk membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, sehingga wanita banyak yang terjerumus sebagai korban dari rencana mereka, dan kemudian membenci aturan islam.  Mereka yang tiada segan menfitnah agama mulia ini dengan dalih memerdekakan muslimah dari belenggu. Entah belenggu semacam apa yang mereka maksud, namun satu yang pasti bahwa kedengkian mereka atas islam, adalah sudah menjadi sebuah kepastian.<br /><br />Sungguh, bahkan cara Islam memuliakan wanita itu lebih dari sekedar benar- benar tampak bagi logika waras manusia. Lalu satu pertanyaan pun akhirnya muncul bagi kita para wanita, &#8220;maka nikmat Rabb kamu manakah yang kamu dustakan?&#8221; (QS Ar-Rahman: 13).<br /><br />(Syahidah/voa-islam.com)]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/464/bukti-keistimewaan-wanita-dalam-islam/</guid>
			<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 00:25:09 +0000</pubDate>
			<dc:creator>yoga pribadi</dc:creator>
		</item>
		<item>
			<title>Ringan Berinfak</title>
			<link>http://facelim.com/blog/463/ringan-berinfak/</link>
			<description>Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Sahal ra menuturkan tentang Nabi Muhammad SAW. Suatu ketika Rasulullah SAW pernah mengenakan pakaian yang terbuat dari k...</description>
			<content:encoded><![CDATA[Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa Sahal ra menuturkan tentang Nabi Muhammad SAW. Suatu ketika Rasulullah SAW pernah mengenakan pakaian yang terbuat dari kain wool berwarna hitam dipadu warna putih di bagian sisi-sisinya. Lalu, beliau pun keluar menuju para sahabat seraya berkata: &#8221;Wahai sahabatku, betapa bagusnya kain ini!&#8221; Seorang Arab Badui datang menghampiri beliau sambil menyatakan, &#8221;Hadiahkanlah kain itu kepadaku, wahai Rasulullah.&#8221; Seperti diketahui, beliau tidak pernah menolak permintaan seseorang. Tidaklah mengherankan bila kekasih Allah SWT itu segera menjawab, &#8221;Ya, ambillah.&#8221; Kemudian jubah yang beliau sukai itupun diberikannya kepada lelaki Arab tadi. Beliau lantas meminta baju biasa untuk dikenakan. Setelah itu beliau menyulam baju sebagaimana kain yang dikenakannya tadi. Rasulullah pun wafat dengan mengenakan baju yang disulam tersebut (Kanzul Ummal, Juz IV, halaman 42). Subhanallah, begitu indah teladan yang beliau berikan.<br /><br /> Sikap dan perilaku ini ditanamkan kepada para sahabat. Tidaklah mengherankan bila para sahabat saat menggenggam harta, sedikit maupun banyak, laksana menggenggam tanah. Mereka tidak sayang untuk mengeluarkannya. Tak berpikir panjang untuk menginfakkannya di jalan Allah SWT. Betapa banyak contoh yang dapat dipetik dari para sahabat tentang hal tersebut.<br /><br /> Hudzaifah bin Yaman ra mengisahkan gampangnya Utsman bin Affan berinfak. Suatu waktu Nabi Muhammad SAW mengirim utusan kepada Utsman bin Affan agar ia dapat membantu pasukan al-&#039;usrah. Tanpa berpikir dua kali, Utsman menyerahkan uang senilai sepuluh ribu dinar melalui utusan tersebut. Saat Rasulullah Muhammad SAW menerima dana tersebut, beliau mendoakan Utsman: &#8221;Semoga Allah mengampunimu, wahai Utsman, baik kesalahan-kesalahanmu yang dirahasiakan, yang tersembunyi maupun yang nampak terlihat. Semoga ampunan itu terus hingga hari Kiamat. Tidak ada perbuatan yang lebih baik lagi dari ini setelahnya&#8221; (Diriwayatkan oleh Ibnu &#039;Adi, Daruquthni, Abu Nu&#039;aim, dan Ibnu Asakir; al-Muntakhab, Juz V, halaman 12). Pada masa kini, jumlah sepuluh ribu dinar kira-kira setara dengan 42,5 kilogram emas. Bila harga 1 gram emas Rp 200.000 berarti Utsman menginfakkan hartanya untuk Islam sebesar Rp 8,5 milyar. Dana sebesar itu tanpa perlu pikir-pikir dahulu. <br /><br /> Pernah Ibnu Umar sakit. Ia ingin sekali makan anggur. Dibelikanlah ia setandan anggur seharga satu dirham (sekitar 1/12 dinar atau Rp17.000). Namun, datanglah seorang miskin mengemis. Apa yang beliau lakukan? Beliau memerintahkan agar anggur itu diberikan kepada orang miskin tadi. Hal ini berulang hingga tiga atau empat kali. Hingga akhirnya Ibnu Umar pun makan anggur (al-Hilyah, Juz I, halaman 297; al-Ishabah, Juz II, halaman 248). Sungguh mulia pemandangan ini. Harta yang diinfakkan bukan berarti harus selalu besar. Siapapun dapat melakukannya.<br /><br /> Rupanya, para sahabat banyak yang secara sengaja menyisihkan dari penghasilannya untuk bersedekah/berinfak. Ibnu Sa&#039;ad menceritakan dari Nu&#039;man bin Humaid ra yang berkata: &#8221;Aku bersama dengan pamanku pernah berkunjung ke rumah Salman al-Farisi di daerah Madain. Ia menganyam daun kurma&#8221;. Salman pun menjelaskan, &#8221;Aku membeli daun kurma seharga satu dirham. Lalu, aku anyam dan kujual seharga tiga dirham. Satu dirham untuk modal, satu dirham untuk keluargaku, dan satu dirham sisanya untuk aku sedekahkan. Andai saja Umar bin Khathab ra melarangku untuk melakukan ini, niscaya aku tidak akan berhenti melakukannya&#8221; (Ibnu Sa&#039;ad, Juz IV, halaman 64). Sudahkah kita meniru sahabat Nabi Salman al-Farisi?<br /><br /> Semua mereka lakukan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Apalagi untuk kepentingan politis. Mereka menunaikan segalanya hanya demi Allah SWT dan demi meraih surga-Nya. Sikap Utsman merupakan gambaran hal tersebut. Ketika kaum Muhajirin sampai ke Madinah, mereka tidak cocok dengan air minum yang ada di sana, kecuali air yang berasal dari sumur Rauma, milik seorang suku Ghifar. Rasulullah berkata, &#8221;Juallah sumur itu kepadaku dengan mata air surga!&#8221; Namun, orang itu enggan melakukannya karena itu satu-satunya sumber kehidupannya. Berita tersebut sampai kepada Utsman. Beliaupun membeli sumur tersebut. Lalu, ia mendatangi Nabi seraya berkata, &#8221;Wahai, Rasulullah, apakah engkau tetap memberikan kepadaku mata air di surga sebagaimana yang pernah engkau katakan kepadanya jika aku menjualnya?&#8221; Rasul menjawab, &#8221;Ya.&#8221; Utsman pun berkata, &#039;Aku telah membeli sumur itu, dan aku berikan kepada kaum Muslim&#039; (al-Muntakhab, Juz V, halaman 11). <br /><br /> Sebagaimana pada masa Rasulullah SAW, kini pun kaum Muslim dan dakwah Islam membutuhkan dukungan. Bukan hanya orang, tapi juga dana. Sudahkah kita sebagai umat Muhammad SAW meniru perilaku beliau dan para sahabat dalam berinfak di jalan Allah SWT? Ataukah, harta diinfakkan hanya pada saat ada kepentingan pribadi? Ingatlah, Allah SWT telah membeli jiwa dan harta kita untuk dibalas oleh-Nya dengan surga (QS. At-Taubah ayat 111). Kini, saatnya ringan berinfak di jalan Allah Rabbul &#039;Alamin.]]></content:encoded>
			<guid>http://facelim.com/blog/463/ringan-berinfak/</guid>
			<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 23:17:50 +0000</pubDate>
			<dc:creator>ukhti aqli</dc:creator>
		</item>
	</channel>
</rss>
